News Update :

CARA PENGAMBILAN SAMPLE

Minggu, 24 April 2011

 

Perawat Profesional

A. Defini si Sample

Sample adalah bagian dari populasi yang menjadi objek penelitian ( sample sendiri secara harfiah berarti contoh ). Hasil pengukuran atau kerakteristik dari sample disebut “ statistik “ yaitu X untuk harga rata-rata hitung dan S atau SD untuk simpangan daku

.

B. Pengambilan sample

Tujuan

Agar sample yang diambil dari populasinya “Representatif” ( mewakili ) sehingga dapat diperoleh informasi yang cukup untuk mengestimasi populasi.

C. Cara Pengmbilan sample

Ada cara pengambilan sample yang termasuk secara random, yaitu sebagai beriku

1. Sampel Acak Sederana ( Sample Random Sampling )

Proses pengambilan sampel dilakukan dengan memberi kesempata yang sama pada setiap anggota populasi untuk menjadi anggota sampel. Jadi disini proses memilih sejumlah sampel n dari populasi N yang dilakukan secara random.

Contoh: Sebuah populasi yang terdiri dari 12 orang dan disusun dalam bentuk abjad A, B, C, D, E, F, G, H, I, J, K, L.

Bila dari populasi tersebut diambil 2 orang sebagai sampel maka akan diperoleh kombinasi sebagai berikut.

AB,AC,AD,AE,AF,AG,AH,AI,AJ,AK,AL,BC,BD,BE,BF,BG,BH,BI,BJ,BK,BL.CD,CE,CF,CG,CH dan seterusnya sebanyak 66 buah kombinasi sample.

Berdasarkan kombinasi tersebut, A mempunyai peluang untuk di ambil segaibagai sample sebanyak 11 kali, demikian pula dengan B,C,D,E dan seterusnya.Dengan demikian, setiap unit mempunyai peluang sebesar 11/66 atau 1/6.

Secara umum, bila diambi sample sebanyak n dari populasi N maka peluang setiap unit untuk di ambil sebagai sample adalah n/N.

Keuntungan:

Pengambilan sample acak sederhana mempunyai beberapa keuntungan antara lain (1) ketetapan yang tinggi dalam setiap unit sample mempunyai probabilitas yang sama untuk di ambil sebagai sample (2) sampling error dapat ditentukan secara kuantitatif.

Kerugian:

Bila tidak terdapat daftar unit dasar ( sampling frame) dan populasi yang tersebar atau sangat luas dengan prasarana jalan yang tidak menunjang, maka pengambilan sample acak sederhana sulit dilaksanakan atau membutuhkan tenaga, waktu, dan biaya yang sangat berat

2. Sample Acak Sistematik ( Systematic Random sampling )

Pengmbilan sample acak sistematik ialah Dilakukan secara berurutan dengan interfal tertentu. Besarnya interfal (i) dapat ditentukan membagi populasi ( N ) dengan jumlah sample yang diinginkan (n) atau i = N/n.

Contoh Soal :

Misalnya kita akan meneliti pola atau distribusi penyakit selama satu tahun yang terjadi disuatu Rumah Sakit maka kartu penderita merupakan populasi studi. Misalkan terdapat sebanyak 1000 kartu dan akna diambil sample sebanyak 10% atau 100 buah kartu dengan interval 10.

Sample pertama terletak nomor urut 1-10 dan pengambilan sample pertama dapat dilakukan dengan sample acak sederhana atau diambil yang terletak ditengan antara kartu pertama dengan kartu kesepuluh.selanjutnya, diambil sample dengan iterpal 10 sampai jumlah yang kita inginkan

Keuntungan:

Pengambilan sample acak sistematik mempunyai beberapa keuntungan sebagai berikut:

· Sampling frame tidak mutlak dibutuhkan karena data responden dapat dilakukan bersamaan dengan pengambilan sample.

· Cara ini relatif mudah dan dapat dilakukan oleh petugas lapangan.

· Cara ini peraktis bila populasi dalam bentuk kartu

· Pariasi akan lebih kecil dibandingkn dengan cara lain.

· Membutuhkan waktu dan biaya yang relatif rendah dibandingkan dengan simple random sampling.

Kerugian:

· Setiap unit sample tdak mempunyai peluang yang sama untuk diambil sebagai sample. Misalnya, kita akan mengmbil sample acak sistematik dengan interpal 10 maka untuk unit sample pertama mempunyai peluang yang sama karena diambil dengan acak sederhana, tetapi untuk unit sample berikutnya tidak semua unit mempunyai peluang yang sama karena telah di tentukan berdasarkan interval.

· Bila terdapat suatu kecendrungan tertentu maka cara pengambilan sample acak sistematik menjadi kurang sesuai. Misalnya, Setiap intertval jatuh pada rumah sudut maka untuk rumah sudut terjadi keterwakilan yang berlebih, sedangkan untuk rumah yang lain kurang diwakili.

3. Sampel Acak Berstarta ( Stratifid Random Sampling )

Bila pengmbilan sampel dilakukandengan membagi populasi dengan beberapa strata, dimana setiap strata adalah homogen, sedangkan antara strata terdapat sifat yang berbeda. Kemudian dilakukan pengambilan sempel pada setiap starata. Cara pengambilan sempel acak atau strtifikasi.

Contoh: kita meneliti keadaan gizi anak sekolah taman kanak-kanak di kota madya Medan ( > 4-6 tahun ). Karena kondisi taman kanak-kanak di Medan sangat berbeda ( heterogen ) maka buatlah kriteria yang tertentu yang dapat mengelompokkan sekolah taman kanak-kanak ke dalam 3 kelompok ( A= baik, B= sedang, C= kurang ). Misalnya untuk taman kanak-kanak dengan kondisi A ada: 20buah dari 100 taman kanak-kanak yang ada di kota madia medan, kondisi B= 50 buah, C = 30 buah. Jika berdasarkan perhitungan besar sample, kita ingin mengambil sebanyak 25 buah ( 25% ), maka ambilah 25% dari masing-masing subpopulasi tersebut diatas.

Keuntungan:

· Taksiran mengenai karakteristrik populasi lebih tepat

· Dafar populasi setiap strata dipelukan

Kerugian:

· Jika daerah geografisnya meluas, biaya transportasinya tinggi

4. Sample Acak kelompok ( cluster sampling )

Pengambilan sample acak kelompok dapat dilakukan apa bila kita akan mengadakan suatu penelitian dengan mengambil kelompok unit dasar sebagai sample.

Cluster sampling dapat pula dilakukan dengan membagi populasi studi menjadi beberapa bagian ( Blok ) sebagai cluster dan dilakukan pengambila sample kelompok tersebut.

Keuntungan:

· Tidak memerlukan daftar populasi

· Biaya transportasi kurang

· Bila pengambilan acak sample kelompok dilakukan dengan baik dilakukan dengan membagi populasi maka akan mengahasilkan ketepatan yang lebih baik dari pada pengambilan sample acak sederhana.

Kerugian:

· Membutuhkan daftar populasi

· Cara ini mempunyai kekurangan yang sama dengan pengambilan sample acak stratifikasi, tetapi mempunayi cirri yang berbeda.

5. Sample acak bertahap ( Multi stage random sampling )

Cara ini merupakan salah satu model pengambilan sample secara acak yang pelaksanaannya dilakukan dengan membagi populasi menjadi beberapa faksi kemudian diambil samplenya. Sample fraksi yang dihasilkan dibagi lagi menjadi fraksi-fraksi yang lebih kecil kemudian diambil samplenya.

Pembagian menjadi fraksi ini dilakukan terus sampai pada unit sample yang diinginkan. Unit sample pertama disebut Primary Sampling Unit (PSU)

dapat berupa fraksi besar atau fraksi kecil. Pengambilan sample acak bertingkat ini biasanya digunakan bila kita ingin mengambil sample dengan jumlah yang tidak banyak pada populasi yang besar.

Keuntungan:

Pada pengambilan sample acak bertahap dengan PSU besar akan diperoleh hitungan sebagai berikut:

· Varians yang relatif kecil untuk biaya setiap unit

· Kontrol terhadap kesalahan tak sampling menjadi lebih baik.

· Penelitian ulang membutuhkan biaya yang lebih kecil

· Kontrol terhadap liputan penelitian lebih mudah dilakukan.

Kerugian:

Pada PSU besaar, penggambaran terhadap populasi kurang baik, sedangkan dengan PSU kecil hanya dapat dilakukan bila individu dalam populasi tidak tersebar dan transportasi mudah

Related Post:

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 

© Copyright Wiearsyffa Obat Hati 2011 -2012 | Design by Adien Ahonx | Published by Adien Templates | Powered by Blogger.com.
Ping your blog, website, or RSS feed for Free Web Link Exchange Sitetag My Ping in TotalPing.com